Senin, 23 Juni 2014

PERKAWINAN ADAT BUGIS MAKASSAR


TUGAS IPS
NAMA    :  Nani Astuti Triana
Nis          :  8345
Proses upacara perkawinan dan fungsi tahapan-tahapan dalam upacara perkawinan, menurut jumlah suami dan istri, asal suami atau istri, hubungan kekerabatan, pola menetap sesudah perkawinan, serta susunan keluarga...!!!

PERKAWINAN ADAT BUGIS MAKASSAR
Di antara gempita pesta perkawinan gaya modern atau kontemporer, mengamati perkawinan yang pure tradisional, merupakan sesuatu yang menyenangkan.
Makassar, sempat lama bernama Ujung Pandang dan di kembalikan lagi namanya menjadi nama yang sangat melegenda itu. Merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota Sulawesi Selatan yang kaya akan seni dan budaya. Di sini hidup budaya selain Makassar sendiri juga Mandar, Bugis, serta Toraja. Selain bahasa lokal berlainan, sejumlah makanan mendapat pengaruh budaya india bahkan cina.
Sebagai kota pesisir dengan pelabuhan terbesar di Indonesia bagian Timur, Makassar memiliki ritual perkawinan yang unik dan penuh warna. Seperti halnya banyak budaya Nusantara, salah satu puncak tampilan budaya paling agung bisa terlihat dalam ritual perkawinan adat Bugis-Makassar, seperti tercermin dalam pernikahan A. Pahlevi Khaddafi, SE putra Andi Darusalam Tabusalla dan A. Afni Sirikit  putri A. Syahrir, kedua mempelai  berasal dari keturunan bugis Makassar.  
Yang susunan keluarga masing-masing dari pihak mempelai pria, nama-nama keluarga yaitu kakek Kol.(purn) H.M. Jasin Limpo, nenek Hj. Nurhayati Yasin Limpo. Ibu, Hj. Tenri Angka Y.L. ayah, A. Darussalam Tabusalla. Saudara A. Devi Khaddafi Tamsil SE. Serta susunan keluarga dari pihak mempelai wanita yaitu Ayah, A. Syahrir. ibu, A. Ratna Patahangi. Dan Saudara A. Pabbara Patahangi.
Dalam acara lamaran pernikahan adat bugis Makassar. Pihak dari keluarga mempelai pria datang di rumah mempelai wanita untuk menemui keluarga mempelai wanita dalam rangka membicarakan acara lamaran, dan dari pihak keluarga wanita menyambut dari perwakilan keluarga untuk membicarakan acara lamaran. Pada lamaran tersebut hal yang di bicarakan yaitu mengenai jumlah uang yang hendak di berikan untuk mempelai wanita, serta mahar yang akan di bawah. setelah semua sudah di sepakati. Maka dari pihak A. Pahlevi dan pihak A. Afni segera memutuskan tanggal panai  dan waktu resepsinya.
Setelah  dari pihak keluarga A. Afni Sirikit telah memutuskan untuk menerima lamaran dari A. Pahlevi, maka proses selanjutnya yang dilakukan  pihak mempelai pria pergi kerumah mempelai wanita untuk membawah sejumlah uang atau mahar yang telah di minta dari pihak mempelai wanita pada acara lamaran sebelumnya. ritual ini di namakan panai. Setelah panai pun selesai maka tinggal menunggu acara resepsinya. Setelah tiba acara resepsinya maka hal-hal yang dilakukan pada acara perkawinan adat bugis yaitu sebagai berikut.
Mappacci dan Wejangan Luhur Para Tetua
Ritual perkawinan yang berlangsung selama tiga hari pada November  2004 lalu. Di hari pertama, di mulai dengan acara siraman dan barasanji, semacam doa-doa bersama. Ini di lakukan di pagi hari di rumah mempelai wanita. Siraman dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan mempelai dari segala kotoran dan gangguan dari luar sebelum melakukan akad nikah. Sedangkan barasanji di lakukan dengan tujuan untuk mengirim doa kepada Tuhan agar acara perkawinan dapat berlangsung dengan lancar serta kelak hubungan rumah tangga mereka dapat bertahan lama.
Malamya di lakukan mappacci, yakni pemberian daun pacar yang di tumbuk kepada kedua calon mempelai oleh pasangan-pasangan yang di tuakan dan harus sesudah menikah. Orang-orang yang dituakan  ini menyerahkan daun pacar yang di tumbuk sambil memberika wejangan-wejangan luhur. Uniknya jumlah pasangan itu harus ganjil. Hari saat ritual mappacci juga merupakan malam terakhir sebagai lajang bagi kedua mempelai, yang dihadiri anggota keluarga, kerabat dan sahabat dekat. Hal ini di lakukan dengan tujuan untuk melengkapi ritual perkawinan adat bugis Makassar yang merupakan warisan dari leluhur yang di percayai dapat memberikan keharmonisan dalam rumah tangga mereka kelak. Acara selanjutnya
Tandu Bagi Mempelai Pria
Di hari kedua, ijab kabul di lakukan di sebuah masjid. Dalam perjalan menuju masjid, mempelai pria di tandu para anggota keluarganya sambil membawah seperangkat  perhiasan sebagai mas kawin. Tujuan mempelai pria di tandu agar kelak mempelai pria dapat memimpin rumah tangga dengan baik serta menjadi iman bagi keluarga. Sementara itu, mempelai wanita di iringi orangtua sambil di payungi dengan payung segi empat, berjalan menuju masjid.. hal ini di lakukan bertujuan agar kelak seorang istri dapat di lindungi dan di naungi oleh suaminya. Sejumlah wanita tampak mengenakan baju bodo, baju khas Makassar. Di sini terlihat, mereka yang mengenakan baju bodo lengan panjang berarti wanita yang sudah menikah, sementara gadis-gadis remaja mengenakan lengan pendek.
Sementara ijab kabul dilakukan antara mempelai pria dan mempelai wanita, diwakili walinya atau orang tuanya, mempelai wanita sendiri “dipingit”  di sebuah ruangan tersendiri. Pingit bertujuan untuk menenangkan mempelai wanita dari segala gangguan dari luar sebelum akad nikah berlangsung. Sambil menunggu akad nikah mempelai pria di pangku oleh orang yang ditetuakan, tujuannya agar mempelai pria kelak dapat menduduki kepemimpinannya dalam keluarga dengan baik. Baru setelah mereka resmi dinyatakan sebagai suami istri, mempelai pria menjemput mempelai wanita di kamar pingitnya (di sebut”sentuhan”, karena sang pria pertama kali menyentuh istrinya), untuk kemudian berjalan bersama beriringan menuju rumah mempelai pria untuk merayakan mapparolla atau ngundu mantu. Ngundu mantu sendiri di sini bertujuan untuk memperkenalkan masing-masing dari pihak mempelai kepada mertua mereka, serta untuk lebih mendekatkan keluarga dari kedua mempelai. Acara selanjutnya yaitu
Malam Resepsi
Diadakan di Ballroom Maraja, Hotel Sahid Makassar, pada hari ketiga ritual perkawinan A. Pahlevi dan A. Afni, resepsi diadakan secara meriah dengan penampilan sejumlah penyanyi. Dengan MC Tamara Geraldine, sejumlah penyanyi ikut menyemarakkan pesta ini, Joy Tobing, Reza, Ikke Nurjannah, Diana Nasution, dan Iga Mawarni. Busana penganting kedua mempelai di desain oleh Nana Riwayatie di bawah supervisi Edward Hutabarat. Edward sendiri mendesain busana keluarga mempelai wanita, serta kedua orang tua dari kedua mempelai.
Tempat Menetap Sesudah Perkawinan

A.Pahlevi dan A. Afni atau lebih akrab di panggil kiki setelah menikah mereka pindah di rumah pribadi mereka yang beralamat di jl. Asoka atau di kompleks tulip Makassar No.3C. dan setelah dua tahun menikah mereka di karunia seorang putri yang bernama A. Nabila  Aqilasyifa, setelah syifa berumur tiga tahun. Kedua pasangan suami istri tersebut kemudian di karinuai seorang Putra yang bernama A. M.. Yasin. Hingga sampai sekarang ini keluarga mereka di karunia dua orang anak.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar