TUGAS IPS
NAMA : Nani
Astuti Triana
Nis : 8345
Proses upacara perkawinan dan fungsi tahapan-tahapan dalam
upacara perkawinan, menurut jumlah suami dan istri, asal suami atau istri,
hubungan kekerabatan, pola menetap sesudah perkawinan, serta susunan keluarga...!!!
PERKAWINAN ADAT BUGIS MAKASSAR
Di
antara gempita pesta perkawinan gaya modern atau kontemporer, mengamati
perkawinan yang pure tradisional, merupakan sesuatu yang menyenangkan.
Makassar,
sempat lama bernama Ujung Pandang dan di kembalikan lagi namanya menjadi nama
yang sangat melegenda itu. Merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota Sulawesi
Selatan yang kaya akan seni dan budaya. Di sini hidup budaya selain Makassar
sendiri juga Mandar, Bugis, serta Toraja. Selain bahasa lokal berlainan, sejumlah
makanan mendapat pengaruh budaya india bahkan cina.
Sebagai
kota pesisir dengan pelabuhan terbesar di Indonesia bagian Timur, Makassar
memiliki ritual perkawinan yang unik dan penuh warna. Seperti halnya banyak
budaya Nusantara, salah satu puncak tampilan budaya paling agung bisa terlihat
dalam ritual perkawinan adat Bugis-Makassar, seperti tercermin dalam pernikahan
A. Pahlevi Khaddafi, SE putra Andi Darusalam Tabusalla dan A. Afni Sirikit putri A. Syahrir, kedua mempelai berasal dari keturunan bugis Makassar.
Yang
susunan keluarga masing-masing dari pihak mempelai pria, nama-nama keluarga
yaitu kakek Kol.(purn) H.M. Jasin Limpo, nenek Hj. Nurhayati Yasin Limpo. Ibu,
Hj. Tenri Angka Y.L. ayah, A. Darussalam Tabusalla. Saudara A. Devi Khaddafi Tamsil
SE. Serta susunan keluarga dari pihak mempelai wanita yaitu Ayah, A. Syahrir.
ibu, A. Ratna Patahangi. Dan Saudara A. Pabbara Patahangi.
Dalam
acara lamaran pernikahan adat bugis Makassar. Pihak dari keluarga mempelai pria
datang di rumah mempelai wanita untuk menemui keluarga mempelai wanita dalam
rangka membicarakan acara lamaran, dan dari pihak keluarga wanita menyambut dari
perwakilan keluarga untuk membicarakan acara lamaran. Pada lamaran tersebut hal
yang di bicarakan yaitu mengenai jumlah uang yang hendak di berikan untuk
mempelai wanita, serta mahar yang akan di bawah. setelah semua sudah di
sepakati. Maka dari pihak A. Pahlevi dan pihak A. Afni segera memutuskan
tanggal panai dan waktu resepsinya.
Setelah
dari pihak keluarga A. Afni Sirikit
telah memutuskan untuk menerima lamaran dari A. Pahlevi, maka proses
selanjutnya yang dilakukan pihak
mempelai pria pergi kerumah mempelai wanita untuk membawah sejumlah uang atau
mahar yang telah di minta dari pihak mempelai wanita pada acara lamaran sebelumnya.
ritual ini di namakan panai. Setelah panai pun selesai maka tinggal menunggu
acara resepsinya. Setelah tiba acara resepsinya maka hal-hal yang dilakukan
pada acara perkawinan adat bugis yaitu sebagai berikut.
Mappacci dan Wejangan
Luhur Para Tetua
Ritual
perkawinan yang berlangsung selama tiga hari pada November 2004 lalu. Di hari pertama, di mulai dengan
acara siraman dan barasanji, semacam doa-doa bersama. Ini di lakukan di pagi
hari di rumah mempelai wanita. Siraman dilakukan dengan tujuan untuk
membersihkan mempelai dari segala kotoran dan gangguan dari luar sebelum
melakukan akad nikah. Sedangkan barasanji di lakukan dengan tujuan untuk
mengirim doa kepada Tuhan agar acara perkawinan dapat berlangsung dengan lancar
serta kelak hubungan rumah tangga mereka dapat bertahan lama.
Malamya
di lakukan mappacci, yakni pemberian daun pacar yang di tumbuk kepada kedua
calon mempelai oleh pasangan-pasangan yang di tuakan dan harus sesudah menikah.
Orang-orang yang dituakan ini
menyerahkan daun pacar yang di tumbuk sambil memberika wejangan-wejangan luhur.
Uniknya jumlah pasangan itu harus ganjil. Hari saat ritual mappacci juga
merupakan malam terakhir sebagai lajang bagi kedua mempelai, yang dihadiri
anggota keluarga, kerabat dan sahabat dekat. Hal ini di lakukan dengan tujuan
untuk melengkapi ritual perkawinan adat bugis Makassar yang merupakan warisan
dari leluhur yang di percayai dapat memberikan keharmonisan dalam rumah tangga
mereka kelak. Acara selanjutnya
Tandu Bagi Mempelai
Pria
Di
hari kedua, ijab kabul di lakukan di sebuah masjid. Dalam perjalan menuju
masjid, mempelai pria di tandu para anggota keluarganya sambil membawah
seperangkat perhiasan sebagai mas kawin.
Tujuan mempelai pria di tandu agar kelak mempelai pria dapat memimpin rumah
tangga dengan baik serta menjadi iman bagi keluarga. Sementara itu, mempelai
wanita di iringi orangtua sambil di payungi dengan payung segi empat, berjalan
menuju masjid.. hal ini di lakukan bertujuan agar kelak seorang istri dapat di
lindungi dan di naungi oleh suaminya. Sejumlah wanita tampak mengenakan baju
bodo, baju khas Makassar. Di sini terlihat, mereka yang mengenakan baju bodo
lengan panjang berarti wanita yang sudah menikah, sementara gadis-gadis remaja
mengenakan lengan pendek.
Sementara
ijab kabul dilakukan antara mempelai pria dan mempelai wanita, diwakili walinya
atau orang tuanya, mempelai wanita sendiri “dipingit” di sebuah ruangan tersendiri. Pingit
bertujuan untuk menenangkan mempelai wanita dari segala gangguan dari luar
sebelum akad nikah berlangsung. Sambil menunggu akad nikah mempelai pria di
pangku oleh orang yang ditetuakan, tujuannya agar mempelai pria kelak dapat
menduduki kepemimpinannya dalam keluarga dengan baik. Baru setelah mereka resmi
dinyatakan sebagai suami istri, mempelai pria menjemput mempelai wanita di
kamar pingitnya (di sebut”sentuhan”, karena sang pria pertama kali menyentuh
istrinya), untuk kemudian berjalan bersama beriringan menuju rumah mempelai
pria untuk merayakan mapparolla atau ngundu mantu. Ngundu mantu sendiri di sini
bertujuan untuk memperkenalkan masing-masing dari pihak mempelai kepada mertua
mereka, serta untuk lebih mendekatkan keluarga dari kedua mempelai. Acara
selanjutnya yaitu
Malam Resepsi
Diadakan
di Ballroom Maraja, Hotel Sahid Makassar, pada hari ketiga ritual perkawinan A.
Pahlevi dan A. Afni, resepsi diadakan secara meriah dengan penampilan sejumlah
penyanyi. Dengan MC Tamara Geraldine, sejumlah penyanyi ikut menyemarakkan
pesta ini, Joy Tobing, Reza, Ikke Nurjannah, Diana Nasution, dan Iga Mawarni.
Busana penganting kedua mempelai di desain oleh Nana Riwayatie di bawah
supervisi Edward Hutabarat. Edward sendiri mendesain busana keluarga mempelai
wanita, serta kedua orang tua dari kedua mempelai.
Tempat Menetap Sesudah Perkawinan
A.Pahlevi dan A.
Afni atau lebih akrab di panggil kiki setelah menikah mereka pindah di rumah
pribadi mereka yang beralamat di jl. Asoka atau di kompleks tulip Makassar
No.3C. dan setelah dua tahun menikah mereka di karunia seorang putri yang
bernama A. Nabila Aqilasyifa, setelah
syifa berumur tiga tahun. Kedua pasangan suami istri tersebut kemudian di
karinuai seorang Putra yang bernama A. M.. Yasin. Hingga sampai sekarang ini
keluarga mereka di karunia dua orang anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar